Setelah hampir tiga bulan duduk di kursi inactive atau tidak aktif menjadi pemain utama dari Team Liquid VALORANT, kini Adam “ec1s” Eccles resmi berpisah dan tak lagi berseragam Team Liquid.
Sedikit Perjalanan ec1s
Pemain berusia 20 tahun ini didatangkan oleh Team Liquid pada Agustus 2020 lalu bersamaan dengan daftar pemain dari fish123 yang saat itu mendominasi scene VALORANT di Eropa. Salah satu rekor yang teringat oleh para penggemar saat itu adalah kemenangan tujuh turnamen hanya dalam waktu satu bulan.
Berseragam Liquid, ec1s dan tim tampil cukup solid di tahun 2020, namun di 2021 tim nampaknya kehilangan sedikit performa bahkan gagal lolos pada VALORANT Champions Tour 2021 Europe Stage One di Januari 2021 lalu.
Hal tersebut pun menjadi tamparan keras untuk tim yang di isi oleh nama-nama yang tak asing di ranah game FPS seperti Dom “soulcas” Sulcas, James “Kryptix” Affleck, Travis “L1NK” Mendoza, Adil “ScreaM” Benrlitom, dan tentunya Adam “ec1s” Eccles.
Tim pun mengambil beberapa langkah perubahan salah satunya adalah memutuskan untuk menaruh ec1s di kursi inactive dan mendatangkan salah satu pemain muda dari ranah CS:GO yaitu Elias “Jamppi” Olkkonen.
Thank you for everything @ec1s_ pic.twitter.com/6LaPnAGl6s
— Team Liquid Valorant (@LiquidValorant) May 10, 2021
ec1s Berpisah Dengan Team Liquid
Team Liquid mengumumkan hal ini melalui sosial media mereka dengan memberikan ucapan Terima Kasih. Pemain bernama asli Adam Eccles ini sendiri untuk saat ini tentunya tetap membuka pintu sebesar-besar nya untuk tawaran dari para organisasi yang membutuhkan pemain seperti dirinya,
Officially no longer apart of @TeamLiquid, thanks to everyone for the memories it was an absolute pleasure.
I am now looking for new opportunities in Valorant, I have been grinding these past 3 months and I am keen to show the progress.
For enquiries: ec1s@prodigy-agency.gg
— ec1s (@ec1s_) May 10, 2021
Skuad Team Liquid terbaru ini bisa dikatakan cukup solid meskipun mereka harus melewati VCT Stage pertama untuk dapat menyelaraskan permainan, namun mereka kembali di Stage Two hingga mereka menuju ke Challengers yang sayangnya harus finis kedua setelah kalah menghadapi Fnatic.