Jakarta, 18 Februari — Kali ini kami kembali diberi kesempatan oleh SEGA untuk mengulas gim Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii terlebih dulu.
Dua kata buat Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii, absurd dan fresh, seenggaknya buat seri Yakuza atau Like a Dragon, karena pada akhirnya kita diperlihatkan gebrakan dari Ryu Ga Gotoku Studio yang sempat nge-spill bahwa gim Like a Dragon selanjutnya bakal lebih gila. Dan menurutku pribadi, muncul dengan Goro Majima sebagai karakter utama dan tema bajak laut bener-bener unexpected dan jadi kejutan yang mantap buat para fans seri ini.
Secara garis besar, Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii mengambil pendekatan seperti Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name (yang selanjutnya bakal aku singkat sebagai Yakuza Gaiden untuk mempersingkat). Jadi, jangan kaget kalo gimnya lebih singkat dan banyak kesamaan secara konsep dari gim itu.
Oh ya, disclaimer dulu, sebelum main ini aku sempat memainkan Yakuza 0, meskipun belum tamat, buat seenggaknya tau latar belakang dan karakter dari Majima tapi belum sampai tamat dan belum mencoba judul-judul lain dengan karakter Majima. Jadi, mungkin sedikit banyak referensi dari karakter ini atau cutscene-cutscene tertentu bakal terlewat.
Nah, daripada penasaran kita langsung aja ke review-nya. Let’s go, guys!
Diulas oleh Teo Ariesda
Untuk versi PC
Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii Angkat Cerita Goro Majima yang Amnesia dan Jadi Bajak Laut Dadakan dengan Berbagai Intrik
Sebagai adegan pembuka, kurang lebih mirip sama adegan Ichiban Kasuga di Infinite Wealth waktu pertama kali nyampe di Hawaii. Bedanya, di sini Majima langsung terdampar gitu aja tanpa ada penjelasan tentang kejadian sebelumnya karena diceritakan dia hilang ingatan. Kejadian ini mempertemukan Majima sama Noah, seorang bocah yang memberinya air minum dan mempertemukan mereka dengan bajak laut yang mengganggu.
Oh ya, di awal Majima bakal membuka gimnya dengan monolog yang entah kenapa mengingatkanku sama gim Dragon Age 2 yang dibuka pake interogasi karakter kita dengan background gelap. Kalian bakal beberapa kali melihat cutscene ini kedepannya.
Singkatnya, di sini Yakuza diharuskan melawan kelompok bajak laut yang mengganggu Rich Island, pulau terpencil tempat tinggal Noah, dan ini menyebabkan ia menjadi kapten bajak laut baru karena berhasil menyingkirkan kapten sebelumnya. Dari sinilah kehidupan Majima sebagai bajak laut amnesia dimulai.
Sebagai bajak laut, ia bakal mulai mengeksplorasi berbagai tempat, yaitu Nele Island, buat yang udah main Infinite Wealth seharusnya paham ini tempat apa, untuk ketemu sama Teruhiko Shigaki bersama para ex-Yakuza bubaran dari Tojo Clan, Palekana Haku, kultus dari gim Infinite Wealth yang ternyata masih ada sisa-sisanya, dan juga para petinggi serta bajak laut di Madlantis.
Meskipun premis ceritanya sebenernya sangat simpel, yaitu pencarian harta karun dari Esperanza, bakal dibikin lebih kompleks dengan berbagai intrik dari pihak-pihak tersebut, mulai dari pencarian informasi harta karun itu sendiri dan kongkalikong antar pihak-pihak yang pengen terlibat buat mendapatkan bagian. Intinya ini adalah cerita bajak laut yang saling berkolaborasi atau berkompetisi mendapatkan harta karun aja.
Detail amnesia di sini sebenernya ga terlalu banyak berpengaruh sama kepribadian Majima, dan lebih berfungsi sebagai melanjutkan kegoblokannya buat meneruskan cerita sebagai kapten bajak laut tanpa ada batasan tertentu. Cuma di awal-awal aja detail ini menjadi penting buat plot cerita, tapi tetap menyimpan sebuah detail menarik yang bakal di-reveal di pertengahan hingga akhir cerita. Apalagi ketika tau kalo penyebab dia amnesia juga konyol.
Oh ya, ini adalah spin-off dengan timeline setelah Infinite Wealth ya. Jadi, semua kejadian di sini tuh dimulai setelah Ichiban dkk berhasil menumbangkan bos kultus Palekana, yaitu Bryce Fairchild. Buat kalian yang ga main Infinite Wealth, karena ga mau main turn-based, mungkin bakal terasa asing sama namanya. Bukan sesuatu yang major, tapi kalian bakal lebih paham referensi yang dibawa kalo udah menamatkan gimnya.
Salah satu hal yang aku harus mention karena terasa cukup aneh adalah di sini karakter seperti Noah dan Jason, bapaknya si Noah, dari awal udah bisa pake Bahasa Jepang buat komunikasi sama Majima. Ini cukup aneh mengingat di Infinite Wealth kemarin tuh hanya NPC-NPC penting yang bisa pakai Bahasa Jepang dan Ichiban terlihat kesulitan berkomunikasi ke beberapa orang. Mungkin ini untuk efisiensi aja atau si Majima memang bisa pake Bahasa Inggris supaya gimnya ga terlalu panjang. Jadi, kendala bahasa di sini bukan menjadi fokus . Tapi karena menurutku ini adalah spin-off buat seru-seruan aja, rasanya ga masalah buat mengesampingkan hal ini.
Menurutku, selain penutup matanya yang ikonik, sifat dari Majima yang memang condong ke shady justice dan lebih liar daripada Kiryu, jadi cocok banget sebagai bajak laut dengan segala macam intriknya. Aku belum banyak main judul Yakuza atau Like a Dragon, tapi rasanya engga mungkin aja gitu seorang Kiryu bisa berperan sebagai karakter seperti ini dengan baik karena bakal terasa out of character.
Hubungan antarkarakter dihadirkan lewat fitur relationship yang dibuat lebih sederhana ketimbang Infinite Wealth yang punya dua macem matriks. Di sini kalian cukup mengunjungi beberapa area dengan icon hati buat mengobrol sama karakter tertentu buat memahami lebih lanjut tentang karakter tersebut dan di akhiri sebuah percakapan .
Playtime-nya sangat singkat, mungkin kalian cuma butuh belasan jam aja buat tamat kalo cuma fokus di story, karena aku yang cukup grinding, menyelesaikan substories termasuk yang terpanjang, cuma menghabiskan waktu 24 jam aja buat tamat. Ini pun aku juga beberapa kali ninggal gimnya tetap nyala buat makan, jadi seharusnya mungkin cuma 22 jam-an aja.
Secara keseluruhan, buat story menurutku pribadi menarik buat diikuti karena kita diperlihatkan sisi kekeluargaan dari kelompok bajak laut Goro Pirates, kolaborasi dengan pihak-pihak lain, pencarian informasi yang membuat lore Palekana dan Nele Island semakin panjang dan kompleks, dan tentunya rivalitas antar kelompok semakin memperkaya cerita yang termasuk pendek ini. Meskipun di beberapa bagian mungkin kalian bakal ngerasa kalo terlalu banyak berpindah-pindah ke berbagai tempat, misal awalnya di Rich Island, terus ke Honolulu, ke Madlantis, Nele Island, balik lagi ke Honolulu, dan seterusnya.
Masih Pertahankan Aset Gim Sebelumnya dan Tawarkan Mekanisme Eksplorasi Baru
Karena ini seri Yakuza atau Like a Dragon, penggunaan aset gim sebelumnya bukan hal yang baru buat seri ini. Di sini Honolulu dan Nele Island masih menggunakan aset yang sama dari seri Infinite Wealth. Madlantis secara konsep juga mirip banget sama area The Castle dari seri Yakuza Gaiden, khususnya dari kesan grande yang dihadirkan, meskipun di sini Madlantis lebih terlihat Bronx ketimbang The Castle yang lebih sophisticated.
Keduanya mempunyai fungsi yang mirip, misalnya sisi pengembangan cerita yang berpusat di area ini, juga keberadaan Pirate’s Coliseum yang menjadi pusat challenge yang bisa diselesaikan buat mendapatkan duit atau poin tambahan buat upgrade. Jadi bisa dibilang ini adalah “Gaiden”-nya Goro Majima dengan tema bajak laut, di saat Kiryu mendapatkan tema teknologi lewat faksi Daijoji-nya.
Perbedaannya adalah dari sisi traversal, yakni keberadaan Chain Hook yang bisa digunakan buat mengumpulkan critters atau serangga di udara dan juga mencapai tempat yang lebih tinggi untuk menemukan treasure chest yang biasanya berisi harta karun. Cukup fresh karena setidaknya menghadirkan verticality baru buat seri Like a Dragon, selain Segway yang sudah dirilis di Infinite Wealth.
Karena Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii mengangkat tema bajak laut, hal yang bener-bener baru dalam gim ini tentu aja kemunculan eksplorasi kapal. Sebenernya aku cukup kaget mekanisme eksplorasi kapal ini dibuat cukup realistis dengan mempertimbangkan ombak dan bahkan sampe menghadirkan dynamic weather hingga whirlpool atau maelstorm supaya kalian lebih hati-hati saat berlayar. Tentunya Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii tetep menghadirkan elemen arcade buat eksplorasinya lewat rute dengan lingkaran sebagai jalur angin yang mempercepat laju kapal.
Buat perkembangan cerita bikin sering back-n-forth dari satu lokasi ke lokasi lain buat seri sebelumnya mungkin ini ga terlalu jadi problem karena lu bisa dengan mudah lompat ke area selanjunya pakai taksi. Cuma, karena di sini ada traversal pake kapal, lama kelamaan terasa cukup menjemukkan karena harus berlayar sebentar ke titik tujuan karena fitur fast-travel-nya cuma bisa muncul di lighthouse-lighthouse, yang jadi spot fast travel, di dekat tujuan kita doang.
Memang pada akhirnya perpindahan dari kapal ke tempat berlabuh ga bisa seamless kayak Black Flag. Kalian juga ga bisa turun buat berenang di laut. Tapi, seperti gim-gim Yakuza lain, RGG memang ga pengen mengarah ke sisi realisme yang malah menambah beban kerja padahal ga terlalu esensial buat gim yang lebih mengedepankan drama dan keabsurdannya ini. Lagian ini gim juga ga ngaku-ngaku jadi quadruple A juga kok kayak gim sebelah. Jadi, di tengah fiturnya yang kurang imersif, rasanya ga terlalu masalah juga sih ketiadaan fitur itu.
Buat pembahasan tentang kapal ini akan aku jelaskan lebih lanjut belakangan. Namun intinya, eksplorasi kapal menambah kekayaan konten yang sudah dihadirkan sama Pirate Yakuza in Hawaii.
Tambahan Heat Actions dan Madness yang Bikin Kombatnya Semakin Chaos!
Kombatnya bener-bener dibikin lebih arcade lagi dan bisa dikatakan mirip sama gim-gim Musou karena banyaknya musuh yang muncul di map secara bersamaan. Tersedia dua macam combat style, yaitu Mad Dog & Sea Dog dengan karakteristiknya masing-masing.
Keduanya bisa mengakomodasi playstyle yang berbeda. Pengen yang cepet? Bisa pilih Mad Dog. Sedangkan kalo mengejar yang lebih inline dengan tema yang diangkat seharusnya kalian lebih banyak pakai Sea Dog.
Oh ya, di sini juga disediakan fitur buat melompat dan kombat di udara secara tipis-tipis. Memang keberadaannya menambah variasi moveset Majima, tapi entah berapa kali aku salah pencet dan malah lompat-lompat padahal pengen lari karena sama-sama memakai tombol X atau A kalo di Xbox. Bukan masalah major, tapi perlu pembiasaan aja.
Salah satu highlight dari kedua combat style ini adalah banyak Heat Actions dengan berbagai situasi dan senjata yang bikin makin variatif. Dulu mungkin sebagian besar Heat Actions cuma buat satu orang aja, di sini ada beberapa yang bisa menarget beberapa orang sekaligus. Ini inline sama jumlah musuh yang bisa banyak banget dalam satu fight.
Selain itu ada beberapa kondisi untuk mengaktifkannya yang bikin finisher moves ini jadi makin beragam. Ga cuma pas di depan musuh, musuh jatuh atau saat kalian grab, ada juga yang aktif saat kalian ngeblok, setelah melakukan serangan tertentu, atau berada di tengah beberapa musuh seperti Heat Actions dari Breaker Style saat terkepung dua orang. Variasi Heat Actions ini bener-bener meningkatkan gameplay-nya dengan baik dan membuatnya kombatnya jadi semakin menarik. Meskipun sekarang jumlah Heat Bar kalian hanya cuma satu doang. Yah, ini kayaknya buat balancing juga sih dan biar ga ketergantungan sama Heat Actions mulu.
Penambahan special skills dengan memenuhi Madness Gauge buat setiap combat style, yaitu Doppelganger buat Mad Dog dan kemampuan summon Dark God Deities buat Sea Dog, yang bisa di-unlock dengan menyelesaikan substories kapal, juga menjadi elemen tambahan menarik buat Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii. Minusnya ini bikin gimnya jadi gampang banget. Boss susah pun jadi cepet mati karena pakai Doppelganger karena bikin situasi yang awalnya 1 lawan 1, jadi 5 lawan satu. Aku sarankan buat main Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii di difficulty lebih sulit buat dapetin challenge saat kombat atau supaya lebih taktical dan ga cuma button mashing aja. Karena di sini skill upgrade-nya juga mendukung perfect guard dan juga counter, sehingga memang didesain buat lebih taktical dengan memanfaatkan dua mekanik tersebut.
Sama seperti Yakuza Gaiden, di sini juga diterapkan mekanik counter serangan kuat yang entah kenapa mekaniknya yang terlalu sederhana ini masih dipertahankan. Secara konsep menarik karena jadi tambahan yang perlu diperhatikan, tapi secara variasi terhitung minim karena semua musuh, mulai dari Powerful Foe sampe Boss, memiliki mekanik yang sama.
Musuh dengan ranged attack, atau di sini senjata api, adalah masalah utama saat kombat. Bukan dari segi damage yang dihasilkan, tapi lebih ke annoying aja karena bikin kalian stagger dengan waktu recovery yang bakal merusak tempo kombat. Sebenernya kalian bisa dengan mudah menghindarinya kalo ga terlalu fokus buat mukul karena ada kode penanda bahwa kalian bakal ditembak dari jauh. Dan sepertinya RGG Studio juga paham kalo ini bakal jadi masalah, makanya mereka mengakomodasinya dengan menghadirkan sebuah chain hook buat mencapai musuh yang jauh dan membasmi mereka terlebih dahulu.
Kombat yang arcade, ditambah Madness Skills dan Heat Actions, serta banyaknya jumlah musuh dalam layar, seringkali membuat situasi makin chaos dan it’s a good thing karena jadi makin goblok aja combat-nya sesuai sama konsep yang diangkat sama RGG Studio. Setelah pengalaman aksi kombat yang kurang maksimal di seri Yakuza klasik, di sini aku jadi lebih menikmati kombatnya karena di sini jauh lebih sederhana dan seharusnya bisa menarik para pemain baru karena ga perlu membiasakan diri sama kombat yang agak clunky.
Kapal Laut dengan Berbagai Kustomisasi dan Challenge
Ga lengkap rasanya kalau ngomongin gim bajak laut tanpa membahas pertempuran kapal dalam Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii. Pirate Yakuza in Hawaii menghadirkan pengalaman naval battle yang sederhana, tapi dengan sedikit twist ala-ala gim Yakuza.
Di sini kalian bisa melakukan kustomisasi beberapa bagian kapal, mulai dari senjata seperti meriam, sampai kosmetik dari kapal ini yang bisa dibeli melalui berbagai toko di Honolulu. Meriam ini punya berbagai tipe dari yang standar sampe yang arcade parah karena bisa jadi laser.
Untuk naval battle-nya memang cukup tricky karena jumlah kapal musuh yang lebih banyak dan ada status ailment yang mulai ramai muncul di beberapa boss. Cuma kalian diuntungkan dengan cukup menghancurkan kapal boss musuh aja buat menang.
Substories juga wajib kalian selesaikan karena bakal membuka berbagai karakter yang bisa kalian rekrut dan biasanya karakter dari substories ini punya kelas yang lebih tinggi, bisa Silver atau Gold, dengan level cap yang lebih tinggi. Keberadaan karakter ini bakal memudahkan kalian saat naval combat, baik saat bertempur pakai kapal atau saat menaiki kapal musuh.
Kombat saat di atas kapal musuh yang sebenernya sederhana ini dibuat sedikit lebih kompleks dengan kombinasi party yang bisa kalian atur di menu karena tiap karakter yang direkrut memiliki kelas masing-masing, ada yang fighter, ada yang tank, dan juga support, karakter dengan rarity lebih tinggi juga memiliki buffs masing-masing apabila dipasang menjadi Squad Leader. Fitur ini sedikit banyak menambah kompleksitas dari naval battle-nya dan membuat kalian lebih bersemangat buat merekrut karakter.
Untuk substories kapalnya sebenernya kayak kebanyakan substories lain yang memiliki banyak “Boss” seperti Gokart dan Sujimon Battles dari Infinite Wealth. Memang cukup menjemukkan karena semuanya mirip-mirip dan kalian harus melewati perjalanan kapal beberapa kali, serta mengumpulkan bendera musuh sampai batas tertentu buat unlock area boss-nya. Tapi, pertempuran di akhir yang bisa menghadirkan 100 musuh ditambah rewards yang sangat worth it, rasanya substories ini wajib kalian selesaikan buat mendapatkan upgrade lebih cepat buat fight selanjutnya. Meskipun balik lagi, ini bakal bikin gimnya jadi gampang banget. Tapi ya namanya juga grinding ya. Percuma juga kalo ga bisa merasakan hasil dari kerja keras kalian.
Seperti yang disinggung sebelumnya, Pirate’s Coliseum di Madlantis konsepnya sama persis kayak Coliseum di Yakuza Gaiden yang menghadirkan challenge buat kalian selesaikan buat dapet duit dan juga points untuk upgrade. Duit dan points yang didapatkan engga seberapa kalo dibandingkan substories kapal. Tapi seharusnya completionist bakal tetep menyelesaikannya buat mencapai 100%.
Substories Absurd yang Selalu Meramaikan Seri Like a Dragon, Ditambah Minato Ward Girls yang Membuatnya Semakin Spesial!
Substories absurd tetep ada di sini meskipun jumlahnya ga terlalu banyak. Sebagian adalah kelanjutan dari Infinite Wealth dan meskipun kalian ga wajib-wajib amat buat main, tapi bakal ada detail menarik yang terlewatkan semisal kalian ga memainkannya.
Salah satu detail favoritku ada dalam salah satu quest yang mengacu pada Yakuza 0 yg baru-baru ini aku mainin. Ini adalah keuntungan dari sebuah seri yang terjadi dalam satu universe yang sama dengan tema yang ga jauh-jauh amat. Referensinya bisa dimasukkan secara seamless melalui berbagai macam cara, salah satunya lewat substories ini.
Substories baru dengan Bounty Hunting yang tersebar di map. Simpel dan to the point buat dapetin duit extra di awal-awal, tapi menurutku harusnya bisa dieksekusi dengan lebih baik dengan pengenalan Legendary Bounty yang bikin kita lebih semangat saat menyelesaikannya.
Di sini kita juga diperlihatkan ketidaktahuan Majima terhadap perkembangan dunia lewat substories Minato Girls dengan berbagai pekerjaan modernnya. Misal Ena dengan dunia cosplayer atau Misoshiru sebagai streamer. Sedangkan sebelumnya kita diperlihatkan Kiryu yang kesulitan mengoperasikan laptop di Infinite Wealth.
Menurutku ini adalah detail menarik yang menunjukkan perbedaan masa antara jagoan kita sama dunia sekitar, secara ga langsung menyiratkan bahwa Kiryu dan Majima punya sisi lemah, meskipun terlihat superior dari segi fisik. Gila cuy, 60 tahun tapi masih seger buger kayak orang umur 30-40 tahunan.
Substories yang menyangkut Minato Ward Girls ini juga menghadirkan cutscene live action menarik yang tentunya ga akan aku tampilkan di sini supaya kalian bisa tonton sendiri karena jadi komedi yang menarik dan fresh buat seri Yakuza.
Sistem Equipment yang Diperbarui dan Sesuai Konsep Bajak Laut
Salah satu detail menarik dalam Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii adalah digantinya sistem equipment biasa dari seri Yakuza sebelumnya dengan sepuluh cincin batu bacan yang bisa kalian pasang ke sepuluh jari Majima. Mekanik equipment ini jadi spesial karena ada cincin yang memiliki efek tambahan saat memasangkannya dengan cincin lain.
Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii Ajak Jadi Bajak Laut GILA di Amerika!
Secara keseluruhan, meskipun durasinya pendek, aku sangat suka dengan pendekatan kombat yang semakin arcade dari Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii ini dan berbagai kemampuan baru dari Heat Actions yang semakin beragam dan kehadiran Madness Gauge buat mengeluarkan kemampuan khusus yang bikin situasi jadi semakin chaos. Konsep bajak laut yang diangkat juga cocok banget sama karakter Goro Majima.
Untuk naval battle-nya sendiri menurutku love and hate ya karena menghadirkan fitur baru, tapi eksplorasinya seharusnya bisa dibikin lebih arcade lagi atau seenggaknya ditingkatkan lagi kecepatannya supaya lebih gampang menuju lokasi selanjutnya.
Lalu bagi kalian yang sudah mendambakan seri ini kembali jadi gim action bakal terobati dengan kehadiran Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii dan segala macam keabsurdannya. Mungkin kedepannya RGG Studio tertarik buat bikin spin-off baru dengan Taiga Saejima sebagai karakter utama.
Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii bakal dirilis pada tanggal 21 Februari 2025 buat platform PS 4 & 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC.
Untuk ulasan versi video silakan tonton selengkapnya di bawah:
Gimana pendapat kalian tentang Like a Dragon Pirate Yakuza in Hawaii, guys? Apakah kalian tertarik untuk mencobanya?
Ikuti kabar-kabar terbaru dari The Lazy Monday melalui:
Youtube | Instagram | X | Tiktok