Jakarta, 20 Februari — Kali ini kami akan mengulas tentang sebuah gim horor lokal dari studio yang terkenal dari gim DreadOut-nya, yakni Digital Happiness, buat gim terbarunya yang berjudul DreadHaunt!
Penasaran gimana gimnya? Simak ulasan selengkapnya di bawah!
Diulas oleh Rivaldo Santosa dan Ahmad Rio
Untuk versi PC
Cerita yang Ringkas, Tapi Kurang Memaksimalkan Kesan Horor Secara Visual
DreadHaunt mengangkat cerita tentang sang karakter utama yang tersesat di sebuah lab yang berisi entitas setan atau iblis yang digabung dengan monster. Salah satunya ada Kuntilator yang merupakan singkatan dari Kuntilanak Predator. Tujuan dari gim ini tentu saja kabur, sembari memecahkan misteri tentang apa yang terjadi pada lab tersebut.
Untuk dukung cerita tersebut, gim ini menghadirkan visual yang gelap yang membuat suasana jadi mencekam. Atmosfernya memang terasa horor, tapi untuk lighting masih terlalu terang. Dimensi/volume pada areanya juga masih terasa flat, ditambah ambiences yang kurang memberikan kesan horor. Seharusnya Digital Happiness lebih memainkan suara-suara dan detail kecil lainnya yang membuat suasananya jadi semakin horor. Misalnya dari dentingan besi yang kena tabrak atau jatuh.
Puzzle yang Rewarding Namun Repetitif
Tak lengkap rasanya apabila sebuah gim horor tidak menyematkan mekanik puzzle dan DreadHaunt pun menerapkan hal yang sama. Keberadaan puzzle ini cukup unik di awal-awal untuk mengakses pintu, tapi lama-kelamaan jadi terlalu repetitif karena harus mencari item-item yang sama, ditambah ruangannya yang juga hampa. Tapi setidaknya reward yang kita dapatkan saat membuka pintu, jadi terasa worth it karena ada sesuatu yang baru di setiap kesempatan.
Untuk durasi gameplay, kalian cuma memerlukan satu jam saja untuk menamatkannya semisal cepat dalam menyelesaikan puzzle. Memang sangat singkat, tapi rasanya kalau terlalu lama juga akan menimbulkan kesan yang kurang menarik karena sisi repetitifnya.
Secara keseluruhan, dengan segala kekurangan minor yang ditawarkan, story dan juga puzzle-nya oke untuk kalian coba.
Hadir dengan Mekanisme Tembak-Menembak yang Variatif
Pada awalnya kalian memang tidak punya senjata apapun, tapi nantinya kalian akan dibekali sebuah pistol untuk menghabisi makhluk kombinasi setan dan monster ini. Di sini kami tidak berekspektasi apapun terhadap sisi kombatnya, sehingga tidak terlalu masalah dengan tidak adanya recoil dan suara tembakan yang mantap di dalam gimnya.
Masalah selanjutnya adalah terlalu banyak peluru yang tersebar. Mungkin poin ini baik karena lebih mudah dalam memberantas para makhluk tersebut . Tapi, ini mengurangi kesan horor karena karakter kita bisa asal nembak tanpa ada konsekuensi besar dan terasa bukan sebuah gim survival.
Setidaknya di sini kalian bakal dibekali dengan variasi senjata yang banyak dan powerful. Salah satunya UV Light untuk menunjukkan posisi musuh.
Tapi sekali lagi, DreadHaunt sudah tidak lagi terasa sebuah gim survival horror karena tiap senjatanya terasa overpower. Seharusnya gim ini hadir dengan senjata yang minim peluru.
Untungnya di sini variasi monsternya yang tebrilang banyak. Terasa nostalgianya kalau berkaca pada seri DreadOut. Desainnya bagus. Mulai dari yang ukurannya kecil hingga besar. Banyak memberikan kejutan untuk para pemain..
Final Verdict
Sebagai penutup, kami menyukai cerita, variasi senjata dan monster, mekanik kombat dan puzzle yang dihadirkan di DreadHaunt.
Untuk suasana horornya mungkin bisa ditingkatkan lagi baik dari segi visual dan juga audionya. UI-nya juga seharusnya mendapatkan perhatian lebih agar lebih sesuai tema yang dibawa.
Terakhir mungkin lebih kepada jumlah peluru yang seharusnya tidak dibuat sebanyak itu, untuk memberikan kesan survival yang lebih baik.
Untuk ulasan versi video silakan tonton selengkapnya di bawah:
Gimana pendapat kalian tentang gim ini, guys?
Ikuti kabar-kabar terbaru dari The Lazy Monday melalui:
Youtube | Instagram | X | Tiktok