Happy Death Day 2U, Pembunuhan Romantis Review (Spoiler Alert)

0
1147

Happy Death Day 2U ini masih di sutradarai oleh sutradara film pertamanya, Christopher Landon. Digarap juga oleh rumah produksi yang sudah berpengalaman membuat film horror atau thriller yaitu Blumhouse, yang juga menggarap Insidious dan Sinister. Dirilis sehari sebelum hari valentine membuat film ini dapat menjadi alternatif untuk merayakan hari valentine kita dengan menonton film satu ini. Film pembunuhan di hari kasih sayang mungkin terdengar janggal, namun dapat menjadi pengalaman baru juga untuk kita semua. Masih diperankan oleh karakter yang sama dengan film pertamanya, yaitu Jessica Rothe, Israel Broussard, Rachel Matthews, dan lainya.

Happy Death Day 2U Review
Happy Death Day 2U – Poster

Film keduanya ini menceritakan kejadian sehari setelah kejadian di film pertama. Dimana di film tersebut, Tree(Jessica Rothe) terjebak dalam satu hari yang sama dimana ia dibunuh. Kejadian tersebut terulang kembali dan terus menerus, tetapi di sequel kedua kali ini bukan Tree yang mengalami kejadian time loop melainkan Ryan (Phi Vu). Di film ini, Tree tidak seorang diri tetapi ditemani dengan Carter(Israel Broussard) yang mencoba mencari tersangka atau pembunuh Ryan. Dalam usahanya menolong Ryan, Tree malah menemukan fakta yang menarik mengenai fenomena yang dialaminya ini.

Happy Death Day 2U Review
Happy Death Day 2U – Fighting Scene

Review Happy Death Day 2U

Pembunuhan yang romantis adalah judul yang tepat untuk review saya kali ini dimana ke tiga kalimat tersebut mewakili rasa atau experience saya dalam menonton film satu ini. Film Happy Death Day 2U memang film yang bergenre thriller, namun banyak hal romantis di dalamnya. Saya pribadi hampir lupa bahwa film ini berceritakan tentang pembunuhan, karena banyak adegan romantis nan menghanyutkan, seperti ketika Tree bertemu dengan ibunya yang sudah meninggal. Pada film kali ini dijelaskan secara ilmiah mengapa fenomena yang dialami Tree dapat terjadi. Hal ini membuat film keduanya ini seperti jawaban atas film pertamanya. Dalam film ini juga, kita dibuat terbawa dalam ceritanya bagaimana kita diharuskan harus memilih atas dua pilihan yang sulit. Pilihan merupakan satu elemen penting yang ditekankan pada film ini disetiap sequel hingga alur cerita yang berjalan.

Apabila dibandingkan dengan film pertamanya film keduanya ini alur ceritanya lebih lambat atau slow phase. Di film pertamanya kita dibuat sulit untuk menarik nafas kita dikarenakan alur yang cepat dan tegang sedangkan di film kedua lebih lambat. Namun, di sisi lain saya sangat mengagumi film keduanya ini karena membawa intisari cerita yang unpredictable dan out of the box, dimana mengabungkan film romantis dan film thriller, dan hal ini tidak ditonjolkan di film pertamanya. Kesimpulannya film ini cocok ditonton untuk mereka yang menonton film pertamanya. Hal tersebut didasari keberlanjutan cerita dari film pertamanya. Maka saya sarankan sebelum menonton film ini harus menonton film pertamanya lebih dulu supaya dapat menikmati film ini secara utuh.